KAJIAN SKEMA BUY THE SERVICE (BTS) TERHADAP TARIF ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP) DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), DI KABUPATEN KARAWANG (STUDI KASUS: ANGKOT RUTE TERMINAL KLARI - TERMINAL CIKAMPEK)

Purnomo, Ahmad Irfan (2024) KAJIAN SKEMA BUY THE SERVICE (BTS) TERHADAP TARIF ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP) DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), DI KABUPATEN KARAWANG (STUDI KASUS: ANGKOT RUTE TERMINAL KLARI - TERMINAL CIKAMPEK). S1 thesis, Institut Teknologi Sains Bandung.

[thumbnail of TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_AWAL.pdf] Text
TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_BAB 1.pdf] Text
TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_BAB 1.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (488kB)
[thumbnail of TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_JURNAL.pdf] Text
TA_AHMAD IRFAN PURNOMO_11319026_JURNAL.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perhubungan secara resmi telah menaikan tarif angkutan umum dalam kota guna merespon kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp. 10.000/liter per tanggal 5 september tahun 2022. Peningkatan pada biaya bahan seperti biaya BBM, suku cadang dan komponen lainnya akan merpengaruhi pada kenaikan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Tingginya BOK akan mempengaruhi tarif angkutan. Peningkatan tarif secara tidak langsung mempengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. Selain itu, penetapan tarif juga perlu melibatkan penumpang sebagai pengguna jasa. Hal tersebut menempatkan pemerintah untuk dapat mengintervensi dalam menetapkan tarif untuk mencapai harga keseimbangan. Bentuk keterlibatan pemerintah dalam menyediakan layanan angkutan umum yang aman, nyaman dan terjangkau dapat dilakukan melalui program Buy The Service (BTS). Sistem BTS angkutan umum perkotaan adalah mekanisme pembelian jasa angkutan umum melalui sistem lelang berdasarkan standar pelayanan minimal. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi penelitian berkenaan dengan kajian skema Buy The Service (BTS) tarif angkot rute Terminal Klari-Terminal Cikampek berdasarkan Ability To Pay, Willingness To Pay dan Biaya Operasional (BOK), Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kemampuan membayar (ATP), analisis kesediaan membayar (WTP), analisis tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), serta analisis subsidi tarif angkutan dengan skema buy the service. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tarif ATP penumpang sebesar Rp13.860 dan rata-rata tarif WTP sebesar Rp6.940. Tarif berdasarkan BOK diperoleh nilai sebesar Rp11.714,90 per penumpang. Tarif yang dianggap paling ideal adalah alternatif tarif 1 yang berada pada range Rp5.001-Rp10.000 dengan skema pemberian subsidi sebagian atau selisih biaya operasional.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
Contribution
Contributors/Pembimbing
NIDN
Thesis advisor
Rusdiana, Dadi
NIDN0411077507
Uncontrolled Keywords: Pembelian layanan, Tarif angkutan, Kemampuan membayar, Keinginan membayar, Biaya operasional kendaraan
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HJ Public Finance
Divisions: Fakultas Teknik dan Desain > Perencanaan Wilayah dan Kota
Depositing User: Perpustakaan ITSB
Date Deposited: 21 Nov 2024 05:24
Last Modified: 21 Nov 2024 05:24
URI: https://repository.itsb.ac.id/id/eprint/1095

Actions (login required)

View Item
View Item